Pelajari lirik, terjemahan, dan chord dasar Lagu Butet dari Sumatera Utara. Temukan kisah sedih dan makna historis di balik nina bobo era gerilya ini.
Daftar Isi
Panduan Lengkap Lagu Daerah Sumatera Utara: Butet
Berbicara tentang kekayaan lagu daerah Sumatera Utara di tahun 2026 ini, ingatan kita tak boleh hanya berhenti pada lagu-lagu riang yang mengiringi tarian Tortor. Jauh di relung sejarah kemerdekaan bangsa, ada sebuah senandung pilu nan heroik dari Tanah Batak yang diwariskan dengan tetesan air mata. Lagu itu adalah Butet. Berbeda dari lagu pengantar tidur (lullaby) biasa, melodi syahdu ini merekam jejak langkah para gerilyawan, ketabahan seorang ibu, dan secarik surat yang sangat ditunggu dari medan perang. Mengulas lagu Butet bagaikan membuka kembali lembar sejarah yang menggetarkan dada.
Sejarah & Makna Filosofis: Nyanyian Pilu di Tengah Perang
Dalam bahasa Batak Toba, “Butet” adalah panggilan kesayangan untuk bayi atau anak perempuan. Lagu ini secara esensial adalah sebuah andung (senandung kesedihan/harapan) yang dinyanyikan seorang ibu untuk menidurkan anak perempuannya, sembari menceritakan bahwa sang ayah sedang pergi ke hutan untuk bergerilya melawan penjajah Belanda.
Lagu ini memiliki nilai historis yang luar biasa tinggi. Lahir di era Agresi Militer Belanda (sekitar masa terbitnya Oeang Republik Indonesia Tapanuli/ORITA), lagu ini merekam kondisi “darurat” di mana banyak keluarga harus mengungsi ke hutan. Namun, pesannya sungguh progresif. Di akhir lagu, sang ibu tidak menyuruh anak perempuannya hanya berdiam diri, melainkan mendoakannya agar lekas besar dan bisa bergabung dengan Palang Merah untuk berbakti kepada negara. Ini adalah bukti bahwa emansipasi dan patriotisme wanita sudah mengakar kuat dalam budaya Nusantara sejak zaman perang.
Pelurusan Fakta Sejarah Pencipta Lagu
Jika Anda mencari tahu siapa pencipta lagu Butet, Anda akan menemukan dua versi data yang saling bertolak belakang. Mari kita bedah berdasarkan literatur sejarah:
- Versi NN (No Name) / Tradisional: Banyak sejarawan (seperti yang dicatat dalam arsip Historia) dan peneliti budaya Kemdikbud meyakini bahwa lagu ini adalah lagu rakyat anonim. Lagu ini tercipta murni dari kepedihan di kamp-kamp pengungsian dan menyebar dari mulut ke mulut antar pejuang gerilya tanpa diketahui siapa pencetus lirik pertamanya.
- Versi Siddik Sitompul (S. Dis): Di sisi lain, banyak literatur musik modern, ensiklopedia, dan catatan keluarga mencantumkan nama komponis legendaris Batak, Siddik Sitompul, sebagai penciptanya. Beliau memang seorang maestro yang banyak menggubah lagu perjuangan dan dianugerahi penghargaan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1971.
Kesimpulan: Sangat mungkin lirik atau senandung awalnya merupakan tradisi lisan (folk song/NN) masyarakat pengungsi yang kemudian disempurnakan, diaransir, dan didokumentasikan menjadi karya musik yang utuh oleh Bapak Siddik Sitompul. Kedua fakta ini harus dihormati sebagai bagian dari kekayaan sejarah lagu Butet.
Lirik Lagu Butet & Terjemahannya
Berikut adalah lirik asli lagu Butet beserta terjemahan bahasa Indonesia, agar kita bisa meresapi setiap kepedihan dan harapan di dalamnya:
Butet, dipangungsian do amangmu ale butet
Putriku, di tempat pengungsianlah ayahmu, oh putriku
Da margurilla da mardarurat ale butet
Mengikuti perang gerilya dalam darurat, oh putriku
Da margurilla da mardarurat ale butet
Mengikuti perang gerilya dalam darurat, oh putriku
Butet, sotung ngolngolan rohamuna ale butet
Putriku, jangan sampai jenuh/sedih hatimu, oh putriku
Paima tona manang surat ale butet
Menunggu kabar berita atau surat, oh putriku
Paima tona manang surat ale butet
Menunggu kabar berita atau surat, oh putriku
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge
(Ungkapan rasa rindu dan harapan yang mendalam)
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge
Butet, musunta i ikkon saut do talu ale butet
Putriku, musuh kita itu harus dikalahkan, oh putriku
Musunta i ikkon saut do talu ale butet
Musuh kita itu harus dikalahkan, oh putriku
Butet, haru patibu ma magodang ale butet
Putriku, lekaslah tumbuh besar, oh putriku
Asa adong da palang merah ale butet
Agar kelak ada yang menjadi (anggota) Palang Merah, oh putriku
Da palang merah ni negara ale butet
Palang merah untuk negara, oh putrikuPanduan Musik & Chord Dasar
Lagu ini dibawakan dengan birama 4/4 dalam tempo Andante (santai, setara dengan kecepatan berjalan). Cara menyanyikannya harus lembut bak meninabobokan anak, namun vokalnya ditegaskan saat masuk lirik tentang mengalahkan musuh.
[Bait 1]
G
Butet, dipangungsian do amangmu ale butet
C D G
Da margurilla da mardarurat ale butet
C D G
Da margurilla da mardarurat ale butet
[Bait 2]
G
Butet, sotung ngolngolan rohamuna ale butet
C D G
Paima tona manang surat ale butet
C D G
Paima tona manang surat ale butet
[Chorus]
D G
I doge doge doge i dogei doge doge
D G
I doge doge doge i dogei doge dogePertanyaan Populer (FAQ)
1. Apa arti sebenarnya dari kata “Butet”?
Di kalangan masyarakat suku Batak Toba, kata “Butet” bukanlah sebuah nama spesifik, melainkan panggilan kesayangan (panggilan kekerabatan) yang ditujukan untuk bayi atau anak perempuan.
2. Apakah lagu Butet termasuk lagu nasional atau daerah?
Lagu ini masuk dalam dua kategori sekaligus. Ia adalah lagu daerah karena menggunakan bahasa Batak Toba, namun juga dikategorikan sebagai lagu wajib/perjuangan karena esensi liriknya menceritakan heroisme membela kemerdekaan Indonesia.
3. Mengapa ada sebutan “Palang Merah” di dalam lirik lagunya?
Lirik ini merupakan visi dan doa yang luar biasa dari orang tua di zaman perang. Menyebut “Palang Merah” adalah harapan agar sang putri, ketika besar nanti, tidak perlu memegang senjata api, melainkan bisa mengabdi pada negara sebagai tenaga medis yang menolong pejuang di garis depan.
Penutup & Rekomendasi
Lagu Butet adalah bukti tak terbantahkan bahwa kemerdekaan Indonesia didirikan di atas pengorbanan seluruh elemen masyarakat, termasuk ibu yang menahan rindu dan anak-anak yang tumbuh di tengah desingan peluru. Mewariskan lagu ini berarti merawat memori akan harga mahal sebuah kata: Merdeka. Jangan biarkan budaya kita hilang. Dukung dokumentasi ini dengan Subscribe: Lagu Daerah Indonesia
Referensi:
- Buletin Haba No. 88 (2018), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia. “Penelitian Nilai Perjuangan dalam Lagu Daerah Butet”.
- Sitompul, Martin. “Butet, Nyanyian Pilu di Tengah Perang”. Historia.id (2018).
- Arsip Musik Tradisional, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Utara.